BOGOR – Suasana di Bale Edi Room, Kampus INAIS Bogor, tampak lebih bersemangat dari biasanya pada Senin pagi (19/01). Puluhan mahasiswa berkumpul bukan untuk kuliah rutin, melainkan untuk menantang salah satu ketakutan terbesar manusia: berbicara di depan umum.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) periode 2025–2026 sukses menggelar seminar public speaking bertajuk “Psychology of Public Speaking: Mengatasi Gerogi dan Menumbuhkan Rasa Percaya Diri.”

Seminar ini terasa spesial karena menghadirkan pakar dari IPB University, Ir. Hirra Nurlaeni, M.M. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa kendala utama saat berbicara di depan orang banyak bukanlah kurangnya kosa kata, melainkan hambatan psikologis atau mental yang belum terurai.

“Grogi itu manusiawi, tapi membiarkannya menguasai panggung adalah pilihan. Kuncinya ada pada bagaimana kita berdamai dengan diri sendiri sebelum memulainya,” ujar Ir. Hirra di hadapan para peserta yang antusias.

Sepanjang acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut, peserta tidak hanya disuguhi teori, tetapi juga simulasi praktis mengenai Cara mengatur napas saat jantung mulai berdegup kencang, mengubah mindset negatif menjadi afirmasi positif, teknik bahasa tubuh yang memancarkan kepercayaan diri secara instan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan dari kepengurusan DEMA FITK periode 2025–2026. Sebagai calon pendidik dan praktisi pendidikan, kemampuan berkomunikasi dianggap sebagai “senjata” utama yang wajib dikuasai mahasiswa FITK.

Ketua DEMA FITK menyampaikan bahwa pemilihan tema psikologi ini sengaja diambil agar mahasiswa tidak hanya tahu apa yang harus diucapkan, tapi juga bagaimana mengelola emosi saat berada di bawah sorot lampu panggung.

Hingga acara berakhir, diskusi interaktif terus mengalir antara pemateri dan mahasiswa. Banyak peserta merasa lebih “plong” dan siap mempraktikkan ilmu barunya di presentasi kelas maupun organisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *