IAI Sahid Bogor, 27 Juni2025 – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berkolaborasi kembali dengan Perkumpulan Progam Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) sukses menggelar Webinar Nasional dengan tema “Mengembangkan Soft Skill Kepemimpinan Melalui Komunikasi yang Adaptif dan Inklusif di Era Digital.”
Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dari berbagai penjuru Indonesia. Webinar ini bertujuan membekali mahasiswa MPI dengan keterampilan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dunia digital saat ini.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kaprodi MPI IAI Sahid Bogor, Dr. Muzhir Ihsan, M.Pd, yang menyampaikan pentingnya menyiapkan mahasiswa MPI sebagai calon pemimpin yang memiliki kemampuan komunikasi efektif, mampu beradaptasi, dan inklusif dalam berpikir dan bertindak.
“Di era digital, pemimpin bukan hanya mereka yang bisa memerintah, tapi yang mampu mendengarkan, menyatukan perbedaan, dan berinovasi. Webinar ini adalah bagian dari upaya membentuk karakter kepemimpinan seperti itu,” ungkap beliau.
Disusul sambutan dari Ibu Kepala PPMPI, Ibu Dr. Sri Rahmi, M.A, yang menegaskan bahwa penguatan soft skill mahasiswa harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan tinggi, khususnya dalam manajemen pendidikan Islam.
“Kepemimpinan masa depan tidak hanya berbicara tentang jabatan, tapi tentang pengaruh yang dibangun lewat komunikasi yang bijak, terbuka, dan membangun kepercayaan,” tutur beliau.
Pemateri pertama, Bapak Zaedun Na’im, M.Pd, memaparkan tentang esensi soft skill dalam kepemimpinan, terutama kemampuan komunikasi yang adaptif.
“Adaptif artinya mampu membaca situasi, mampu menyesuaikan pendekatan, dan tetap menjadi diri sendiri tanpa kehilangan arah,” jelasnya.
Beliau juga menekankan bahwa pemimpin yang baik harus mampu memadukan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan emosional dalam setiap bentuk komunikasi.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Ibu Dr. Feby Ismail, M.Pd, yang membahas secara khusus mengenai komunikasi inklusif dalam dunia kepemimpinan pendidikan.
“Inklusif bukan berarti membenarkan semua hal, tetapi memberi ruang yang adil dan saling menghormati di tengah keberagaman. Pemimpin yang inklusif akan lebih dipercaya dan mampu membangun kolaborasi,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa teknologi digital adalah alat, namun hati dan empati tetap harus menjadi inti dalam setiap komunikasi.
Webinar ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menghidupkan suasana diskusi. Banyak peserta yang menyampaikan antusiasme dan harapan agar kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Materinya sangat membuka wawasan, apalagi di tengah realitas kepemimpinan saat ini yang seringkali miskin komunikasi yang sehat,” kata salah satu mahasiswa peserta webinar.
Webinar nasional ini menjadi pengingat bahwa soft skill kepemimpinan tidak dapat dibentuk hanya lewat teori, tetapi juga lewat pembiasaan komunikasi yang baik, adaptif terhadap perubahan, dan inklusif terhadap keberagaman.
Dengan kegiatan ini, MPI dan PPMPI berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan kompetensi kepemimpinan yang berakhlak, progresif, dan relevan dalam menyongsong tantangan pendidikan di era digital menuju Indonesia Emas 2045.